Jumat, 16 Desember 2016
Behind the Scene "MTQ Karya Tulis Ilmiah AL-Quran"
“Pa Sam, kalau Polines seleksi buat MTQ kapan Pa?”
“wah coba tanya Pa Sholeh aja mas” ungkap respon beliau.
Sengaja aku tanyakan hal ini karena aku semangat sekali untuk
mengikuti lomba MTQMN, bagaimana tidak MTQMN merupakan ajang bergengsi
bagi seluruh mahasiswa muslim di Indonesia, dan kalau bisa jadi juara
satu nasional bakal didelegaii buat ngewakilin Indonesia ditingkat ASEAN
bahkan Internasional lho, keren kan.
2 minggu kemudian…
“Pa gimana ya koq belum ada informasi MTQ juga”
“oh gitu, coba tunggu aja mas, biasanya ada”
Beberapa hari setelah aku menanyakan ini, ternyata belum ada kabar
juga. Padahal batas waktu pendaftaran MTQ tingkat nasioanal bagi
perguruan tinggi hanya tersisa beberapa hari lagi, tapi aku positif aja
bakal ada seleksi di Polines. Sembari nuggu, aku mempersiapkan bahan dan
materi untuk karya tulis ilmiah alquran ku nanti, sengaja aku
menyiapkannya karena aku tertarik untuk memilih cabang ini. pucuk
dicinta ulam pun tiba. Akhirnya seleksi dibuka juga. Pada saat seleksi
aku memilih dua cabag perlombaan dari total 14 cabang lomba, aku pilih
cabang MKTIA (karya tulis ilmiah alquran) dan HQ01 (Hifdzil quran 1
juz). Aku merupakan mahasiswa yang suka menulis, walaupun belum sehebat
para penulis. Tapi aku yakin akan bisa jadi penulis hebat suatu hari
nanti.
H-7 aku melihat jumlah pendaftar karya tulis ternyata baru beberapa
tim yang menjadi pesaingku nanti, kau pikir ini cukup berat melihat
pesaingku adalah seniorku, tapi aku tetap semangat untuk bisa menyaingi
mereka. Sembari menunggu aku terus memantau siapa saja yang menjadi
pesaingku (udah kaya CCTV aja, hahaha). H-1 pendaftaran ternyata jummlah
pesaingku bertambah, tapi lagi-lagi tak mengurangi semangatku untuk
berkompetisi. Dan tepat hari H (sabtu dan ahad) dimana awal sejarah MTQ
bagiku dimulai.
Sebelumny, aku telah menyiapkan diri untuk menghadapi seleksi. Pada
saat technical meeting aku mendapat urutan no 3 untuk cabang HQ01 dan no
5 untuk cabang MKTIA. Aku sempat bingung karena keduan cabang yang aku
ikuti semuanya jatuh hari sabtu, sempat grogi sih tapi lagi-lagi aku
selalu menemangati diriku dengan membaca sms dari ayahandaku “ia fad,
mama mimi Cuma bisa doaaken semoga afad jadi juara” aku selalu mencoba
menjadi yang terbaik untuk kedua orang tuaku.
Malam harinya, aku mempersiapkan diri dengan sistem SKS atau biasaya
sih sistem kebut semalam. Aku memuroja’ah kembali hafalanku setelah itu
aku latihal oral presentation di depan temanku, nurul. Sesekali aku
meminta dia untuk mengoreksi dan memberiku pertanyaan dari hasil
presentasiku.
“gimana nurul, presentasiku”
“kamu terlalu cepet faj, ngomongnya”
“masa, padahal ini udah aku maksimalin 10 menit”
Emang sih, aku juga merasa kalau cara ngomong dan presentasiku ga
beda cepentnya. Selain aku latihan presentasi di depan temanku, aku juga
pernah presentasi di depan cermin dengan memgang handphone yang udah di
timer 10 menit sebagai mik nya, dan sesekali aku juga merekam suaraku
sendiri (udah kaya mau karaukean, tapi suaraku bagus juga ya hahaha),
aku terus beusaha dan bener-bener SKS banget, so jangan ditiru ya sistem
SKSnya karena percaya deh kamu bakal ngantuk pagi harinya.
Hari yang ditunggu akhirnya tiba juga, setelah nuggu hampir satu bulan tak kunjung datang.
Pukul 09:00 cabang HQ01 dimulai, aku memperhatikan semua peserta yang
tampil, ternyata hanya aku yang memilih juz 30, sementara yang lain juz
1. (kalo aku sih cari yang aman, haha) karena juz 30 sudah sempet
hafal, jadi tinggal muroja’ah aja.
Saat MC memanggilku aku deg-degan banget udah kaya mau ijab qabul
aja, soalnya pas aku tampil ada yang salah jadi aku ngulang lagi. Dan
saat maju, salah satu dewan hakim (juri) keluar untuk mengagkat telepon,
dan seleksi tetap berjalan walaupun aku diuji oleh 2 dewan hakim
(aslinya sih 3, tapi gapapa lah). Saat seleski akau mendapat serangan
soal dari para dewan hakim, diantaranya
“lanjutkan ayat berikut…”
“bacakan surat sebelum Al-‘Alaq”
“bacakan surat ‘Abasa”, dan lain-lain.
Tapi, alhamdulillah aku bisa jawab dan ga terlalu susah (tapi tetep
aku ga ngeremehin). Dan akhirnya lega banget rasanya setelah sudah
tampil. Tapi, diakhir acara sebelum penutupan cabang HQ01, aku dipanggil
oleh Pa Sholeh (salah satu dewan hakim yang tadi ngangkat telepon)
“Fajri, siniz” sambil melambaikan tangannya
“ia Pa, ada apa?”
Ternyata, aku di uji lagi. Hah?… (kaget lho aku, ternyata masih ada?)
“tadikan saya ngangkat telepon dan belum nguji hafalan kamu”, Ia juga sih, tapi gimana lagi udah aturannya, akhirnya aku maju.
“tolong bacakan surat……..”
“tolong bacakan surat yang artinya …..”
hah? Apa ya, aku belum sempet belajar terjemahnya lagi, (buat kalian
yang mau ikut lomba Hifdzil Quran jangan lupa plajari maknanya juga ya,
jangan kaya aku jadi minus nilainya)
aku bener-bener ga tau, dan akhirnya aku mengeluarkan jurusku
“maaf Pa, saya belum belajar terjemahnya”,
“kalau begitu, lanjutkan ayat berikut….”
“bacakan ayat yang terdapat saktah….”
Alhamsulillah lancar, walaupun ada beberapa soal yang tidak bisa aku jawab. Dan akhirnya selesai juga.
Sebelum penutupan ternyata masih ada lagi? Hah…
Eits yang ini ternyata komentar dari para dewan hakim untuk semua
peserta (huft lega, aku pikir disuruh maju lagi), ternyata ada komentar
dan masukan dari dewan hakim yang membuatku wajahku mereka dengan manis,
haha
“kalau mas yang ini (menunjuk diriku) bagus ya, bacaannya bagus,
tajwidnya bagus, tinggal dilancarin dikit lagi, oh ia mas sekali-kali
jadi imam disini ya” (aku hanya tersenyum bingung, aku malu aj jadi imam
di masjid kampus, karena bacaanku masih belum bagus)
Komentar tersebut membuatku yakin kalau aku bakal jadi juaranya, hahaha kepede-an.
Tapi, belum selesai tugasku.
Pukul 11:45 setelah cabang HQ01 selesai, aku harus berlari ke kedai
fotocopyan (aku masih inget nama kedainya Q-Blat haha, sory sebut merek.
Mudah-mudahan ramai pengunjung) untuk menggandakan karya tulisku.
Setelah itu aku sholat, seusai sholat aku langsung makan (udah laper
banget).
Setelah perut kenyang, aku langsung mempersiapkan diri untuk
presentasi. Waktu itu, aku memakai baju koko putih celana hitam dengan
kaos kaki hitam, saat dipanggil aku langsung beridir dengan PD-nya
karena peserta yang laki-lakinya cuma aku dan mas bangkit. Tapi bedanya
kalau aku sendiri kalo mas bangkit berdua karena tim. (yah malah curhat
hahaha).
Saat presentasi aku berbeda dengan yang lain, soalnya aku
satu-satunya peserta yang tidak beregu, yang lain berdu tapi aku sendiri
(maklum jobmlo hahaha, curhat lagi). Aku memulai presentasiku dengan
bismillah, “Bismillahirrohmaanirrohiim, Asaalamualaikum warohmatullahi
wabarokatuh, dewan hakim dan hadirin yangg saya hormati perkenalkan saya
…….” Kurang lebih seperti itu muqaddimah yang aku sampaikan. Saat
presentasi pun banyak puluhan pasang mata yang memandangiku, tapi aku
tak menghiraukannya walaupun ada diantara puluhan mata itu yang berkilau
indah (duh curhat lagi, karena memang ada seseorang yang hmm). Setelah
presentasi selesai, dewan hakim dengan semangatnya melontarkan
pertanyaan kepadaku, tapi tenang pikirku. Aku sudah menyiapkan bebreapa
prediksi pertanyaan dan jawaban yang mungkin akan ditanyakan oleh dewan
hakim. Tapi aku salah, dari ke lima pertanyaan yang dilontarkan hanya
satu yang sesuai prediksi, tapi gapapa lah yang penting udah bisa
menjawab dengan baik (dari pada ga satu pun yang keluar). An beruntung
dari seluruh pertanyaan aku sudah merasa cukup bisa dalam menjawabnya.
Oh ia temen-temen sebenarnya dewan hakim atau juri itu tidak menguji
kita lho, mereka hanya mengklarifikasi agar karya kita semakin cakep, so
buat kalian yang takut kalo ga bisa jawab tinggal jujur aja. Dan bener
ada pertanyaan yang memang di luar jangkauanku,
“tadi pemakalah kan sudah katakan bahwa, salah satu kelebihan program
MCDP ini adalah mampu menigkatkan hubungan dengan sesama manusia dan
dengan Allah SWT, coba sebut dan jelaskan ayat yang menjelaskan tentang
menjaga hubungan dengan sesama manusia dan dengan Allah SWT”. Hah? Aku
ga belajar yang ini, tapi dengan gugupnya aku menjawab.
“hmm, mohon maaf Bapak, salah satu kealpaan saya dalam menjawab
pertanyaan dari Bapak”. Aku Cuma bisa jawab itu, karena bener-bener aku
tidak tahu dan belum belajar lebih, setelah selesai presentasi aku
langsung mencoba mencari jawaban yang masih belum aku jawab, dan
ternyata jawabannya adalah terdapat dalam Q.S Ali Imran ayat 112-113.
Finally, saya berkesempatan menjadi Kafilah MTQMN di Universitas Indonesia bersama para pecinta Al-Quran dari Polines.
Kamis, 10 Desember 2015
Alhamdulillah Artikelku Dimuat Di Koran
Industri tahu di Indonesia didominasi usaha skala kecil dengan modal
terbatas. Dari segi lokasi, usaha ini juga tersebar di seluruh pelosok
Nusantara. Sumber daya manusia yang terlibat pada umumnya bertaraf
pendidikan relatif rendah, ditambah belum banyak industri yang melakukan
pengolahan limbah.
Padahal proses pengolahannya menghasilkan limbah, baik padat maupun
cair. Limbah padat dihasilkan dari proses penyaringan dan penggumpalan,
dan sebagian besar limbah ini oleh perajin diolah menjadi gembus,
kerupuk ampas tahu, pakan ternak, dan sebagian lagi menjadi tepung ampas
tahu sebagai bahan dasar pembuatan roti kering dan cake.
Adapun limbah cair dihasilkan dari proses pencucian, perebusan,
pengepresan, dan pencetakan tahu sehingga limbah cair yang dihasilkan
pun sangat tinggi. Padahal limbah ini mengandung bahan organik tinggi
dengan kadar BOD, COD cukup tinggi. Bila langsung dibuang ke badan air,
akan menurunkan daya dukung lingkungan.
Sejatinya industri tahu memerlukan pengolahan limbah guna mengurangi
risiko beban pencemaran. Mengingat industri tahu memiliki keterbatasan
modal maka instalasi pengolahan limbah pun harus berperangkat sederhana,
berbiaya operasional murah, memiliki nilai ekonomis, dan ramah
lingkungan.
Berbagai teknologi pengolahan limbah bisa dikaji untuk mengetahui
teknologi pengolahan limbah tahu yang efektif dan efisien. Indonesia
memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah untuk menghasilkan sumber
energi alternatif. Karena itu, pemanfaatan sumber energi alternatif yang
terbarukan dan ramah lingkungan jadi pilihan.
Salah satu energi terbarukan yang sedang dikembangkan adalah energi
alternatif biogas. Energi itu dapat diperoleh dari limbah rumah tangga;
kotoran cair dari peternakan ayam, sapi, sampah organik pasar, industri
makanan (seperti limbah ampas tahu) dan sebagainya. Selain potensi
besar, pemanfaatan energi biogas dengan digester memiliki beberapa
keuntungan.
Nilai Ekonomis
Di antaranya mengurangi efek rumah kaca dan bau tidak sedap, mencegah
penyebaran penyakit, menghasilkan panas dan daya (mekanisme atau energi
listrik), serta hasil sampingan berupa pupuk cair dan padat.
Pemanfaatan limbah itu secara ekonomi akan sangat kompetitif seiring
dengan kemenaikan harga BBM dan pupuk organik. Proses penguraian oleh
mikroorganisme terjadi secara anaerob, yaitu proses biologi yang
berlangsung tanpa oksigen oleh mikroorganisme tertentu yang mampu
mengubah senyawa organik menjadi metana (biogas).
Proses ini banyak dikembangkan untuk mengolah kotoran hewan dan
manusia atau air limbah yang kandungan bahan organiknya tinggi, semisal
limbah ampas tahu. Sisa pengolahan bahan organik dalam bentuk padat
digunakan untuk kompos.
Prinsip pembangkit biogas merupakan alat yang kedap udara dengan
bagian bagian pokok terdiri atas pencerna (digester), lubang pemasukan
bahan baku dan pengeluaran lumpur sisa hasil pencernaan (slurry), dan
pipa penyaluran biogas yang terbentuk. Dalam digester terdapat bakteri
methan yang mengolah limbah cair tahu dan memakan bahan-bahan organik
untuk menghasilkan biogas.
Gas yang terbentuk difasilitasi pipa yang didesain sedemikian rupa
sehingga dapat dialirkan ke kompor untuk memasak atau untuk (lampu)
penerangan. Pemanfaatan limbah ampas tahu menjadi biogas sebagai energi
alternatif bisa mengurangi pencemaran lingkungan, menambah nilai
eknomis, dan tertatanya lingkungan hidup di sekitar industri tahu.
Berdasarkan pengalaman empiris, pemanfaatan biogas dari limbah ampas
tahu bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk memasak sampai Rp 60
ribu per bulan. Prospek pemanfaatan ampas tahu selain ramah lingkungan
juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Perlu dukungan dari
pemda, selain untuk membimbing perajin tahu mengolah limbah, juga
memanfaatkannya menjadi energi alternatif. (10)
— Ahmad Fajri, mahasiswa D-4 Prodi Analis Keuangan Politeknik Negeri Semarang (Polines)
Selasa, 08 Desember 2015
Cara Cepat Nulis SKRIPSI
"Skripsi", ya itu merupakan tugas paamungkas bagi para calon sarjana kita, namun tahukah anda banyak yang berfikiran kalau skripsi itu menakutkan, bukan karena karya tulisnya tapi karena tugasnya. dan disini bukan hanya tulisan semata dalam blogger ini ada beberapa tips bagi temen-temen yang mau bikin skripsi:
1. Susunlah UP (usulan penelitia/proposal) sedini mungkin atau mulai n
yicil sejak semeter 5, karena kalau di kampusku siapa saja yang ngumpulin lebih awal bakal bebas milih dosen pembimbing
2. Kalau pengen ga ribet, usahakan skripsi temen-temen sesuai sama tempat magang nanti
3. Trik dari dosenku: buat skripsi langsung mulai dari bab 4 biar nanti bab 1,2 dan 3 nya bisa ngelihat di bab 4.
4. Cari referensi sebanyak-banyaknya, lebih bagus pakai jurnal nasional dan internasional yang ber ISSN
5. Cari penenlitian terdahulu, lalu dikombain biar bisa jadi penelitian yang baru, atau melihat rekomnedais dari penelitian sebelumnya
mungkin itu semua adalah saran dariku, karena sekarang saya semester 3 dan mau menginjak semester 4 tapi syukurlah udah ada bayangan dan sekarang lagi nyusun UP biar cepet.
oh ia, tadikan tips skripsi sekarang tips sidang nya nih, sidang jadi hal yang penting lho, soalnya banyak yang takut sama sidang, mungkin gara-gara sidangnyapake bahasa inggris kali ya (itu kalau dikampusku), so ini tipsnya:
1. Buat slide yang bagus tapi sederhana
2. Smiling face jangan lupa
3. Bersihkan badan dan pakaian, soalnya hal ini penting untuk menjaga penampilan agar penguji bisa adem ngelihatnya, kuku harus di potong, rambut disisir ga boleh panjang, kumis di cukur, jenggot atau jambang juga, intinya harus detile banget.
4. Sering-sering latihan presentasi, minta dosen pembimbing untuk mengujinya (seolah-olah seang sidang beneran)
5. berdoa dan yakin bisa.
mungkin itu semua akan membantu temen-temen semua, so semangat skripsinya ya mudah-mudahan lulus sesuai target. Aamiin
Ketika Mindset Menjadi Solusi Nyata
MINDSET ADALAH
SOLUSINYA
Semarang, (31/10) mahasiswa
bidikmisi angkatan 2014 termotivasi atas penyampaian motivator ternama ya
Jumala Multazam, beliau memberikan dobrakan baru dalam memberikan motivasi
dalam pelatihan softskill ini dengan sentuhan mindsetnya, beliau mengatakan bahwa
mindset adalah solusinya dimanapun kita berada dan dalam situasi apapun jika
kita menyikapinya dengan positive thinking maka semuanya akan berbuah
positif. Antusiasme peresta pelatihan softskill ini semakin terasa ketika
beberapa vidoe yang diputar mampu menerobos mindset untuk menjadi lebih baik
lagi, “saya lebih yakin bahwa saya pasti bisa berprestasi dengan mengubah
mindset yang lebih maju” ungkap rhmat salah satu peserta yang sangat antusias.
Suasana di Ruang Serba Guna (RSG) semakin ramai ketika dipenghujung acara
Jumala Multazam mengajak para mahasiswa bidikmisi untuk lebih baik lagi, dalam
penutupannya Mulatazam meminta peserta untuk berdiri dengan mengepalkan
tangannya sembari mengatakan “I am greater than I think, we are greater then we
think”.
Penulis: Ahmad Fajri
Berbagi Inspirasi: Sarinta Fitrini Buat Mahasiswa Bidikmisi Semangat Berprestasi
|
Semarang, (31/10)
suasana di Ruang Serba Guna Politeknik Negeri Semarang semakin hangat ketika
Sarinta memberikan pengalamannya dalam memajukan kampus Polines. Beberapa
penghargaan yang pernah diraihnya salah satunya adalah ia mampu meraih medali perak dan perunggu dalam
ajang bergengi mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Dikti, ya
PIMNAS 28 di Universitas Haluoleo. Namun, bukan hanya itu banyak prestasi lain
yang berhasil ia peroleh dan hal ini membuat mahasiswa Bidikmisi angkatan 2014
semakin semangat untuk berprestasi. Wanita dengan motto hidup “percayalah pada
diri sendiri dan orang lain akan percaya pada dirimu” ini membuktikan bahwa
kepercayaannya untuk berprestasi ternyata mampu membuat peserta pelatihan
sofskill percaya bahwa semua orang berhak untuk berprestasi. “Termotivasi
banget, jadi lebih semangat untuk berprestasi, mba Sarintanya keren” ungkap
Sari, salah satu peserta softskill. Dalam penyampaiannya Sarinta memberikan
tips-tips dalam menjalani kuliah agar lebih berprestasi seperti luruskan
kembali niat kita, tentukan target, aktif kompetisi dan organisasi sampai
bersilaturrahmi dengan pemberi ilmu. Dengan waktu 15 menit Sarinta mampu
menghipnotis seluruh peserta softskilll untuk lebih berprestasi lagi.
Penulis: Ahmad Fajri
Sabtu, 28 November 2015
Jadi Juara: Cerita Dibalik Tugas Kuliah Menyusun Business Plan
"wih apa nih?" ungkapku dalam hati ketika melihat poster lomba business plan di Universitas Muhammadiyah Semarang.
saya memang semangat untuk mengikuti ajang kompetisi, karena saya mempunyai banyak mimpi untuk jadi juara. ya itu lah motivasiku.
setelah melihat poster itu, saya langsung menghubungi panitianya, dan ternyata saya diperbolehkan untuk mengikutinya, "huuh seneng baget" ungkapku, karena kebetulan sebelumnya ada tugas kuliah yang mengharuskan membuat bisnis plan, jadi saya masih ada bayangan dan tinggal ngedit dikit selesai.
tapi, sebelum saya kirim proposal saya, saya sempat berunding dulu dengan rekan saya Muji, setelah membujuknya akhirnya dia mau untuk gabung. Akhirnya kami memutuskan untuk mengikutinya dan langsung mengedit sekuruh proposalnya, karena waktunya H-7.
dan Tips dalam menyusun proposalnya adalah:
1. Siapkan ide yang original dan bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk sosial
2. Fokus pada bisnis plan anda, jangan membahas fokus yang lain, dan jangan buru-buru
3. buat reviewer yakin dengan proposal anda, caranya buat sistematika yang jelas banget. Mulai dari gambaran umum usaha, analisis segmentasi pasar, analisis promosi, analisis kelayakan usaha, analisis BEP, analisis SWOT, metode pelaksanaan dan pastinya juga ada sample berupa produk yang harus dibuat (untuk meyakinkan, klo usahanya jasa lebih baik pakai dokumentasi)
4. Berdoa dan sedekah
yah itulah tips yangbisa saya bagikan. saya yakin kalian punya ide yang beik sehingga proposal bisnis anda lolos. semangaaat...
oh ia, alhamdulillah juga kekita saya mengirimkan proposalnya dan satu minggu kemudian....
seneng banget karena ini adalah yang pertama. tapi setelah itu.. banyak tantangan yang kami hadapi. kami harus selalu semangat dengan seluruh tantangan itu. ketika kami diberitahu oleh panitia untuk presentasi dan membawa produknya ini adalah hal yang sedikit horor bagi saya, karena belum kebayang sebelumnya kalau suruh bawa produknya? "inikan baru plan, koq harus bawa produk?" kataku dalam hati.
tapi setelah meminta saran kepada Dosen pembimbing Pa Teguh, beliau selalu memberikan semangat kepada kami untuk tidak menyerah. sempat saya bilang ke Muji kalau saya mundur saja, tapi Muji selalu menyemangatiku, dia bilang "faj, kita udah berusaha lho, percuma kita udah mondar-mandir sana-sini, lebih baik kita coba dulu aja deh". hanya diam yang saya balas, karena saya masihb ingung, tapi saya putuskan untuk melanjutkannya. karena benar kata Pa Teguh dan Muji, kita harus mencobanya dulu.
Waktu itu produk kami berupa bakso yang berisikan cabai di dalamnya, sehingga proposal kami pun kami bei nama "BOM Bakso". ya setelah mondar-mandir sana-sini akhirnya Allah SWT memberi kami jalan keluar. kami bekerja sama dengan salah satu UKM bakso di ngesrep namanya Bakso Bola Dunia. kami meminta kepada pedagang bakso tersebut untuk bekerja sama, maklum kami masih pemula. untungnya beliau menyutujuinya. tak lama kemudian H-1 semua sudah siap. tapi, lagi-lagi ada tantangan yang menghampiri kami, yaitu kesiapan mental. kami harus terpaksa mengorbankan kuliah kami (sehingga alhirnya kami kena kompensasi), keduan kami harus kesana-kemari untuk mencari perlatan yang akan digunakan besok, dan yang ketiga parahnya lagi kami belum bikin kuah nya, berbekal pengalaman mampir di bakso mercon deket dengan tempat lomba, akhirnya H-2 jam kami mampir dan meminta untuk dibuatkan kuah dan cara pembuatannya, beruntung mereka menerima kami, akhirnya kami bisa membawa kuah tersebut.
Sesampainya di tempat lomba, hanya kami yang tim yang berasal dari luar, kami dari politeknik Negeri Semarang, sedangkan yang lainnya dari Universitas Muhammadoyah Sematrang. tapi hal ini tidak menyurutkan semangat kami, berbekal keberanian dan semangat akhirnya kami berhasil menjadi Juara I pada ajang kompetisi ini.
semoga bermanfaat dan bisa memotivasi kalian semua, Aamiin.
(dari kiri: Muji, tengah: Fajri; dan terakhir dari Unimus)
Pilih Mana ? Jadi Mawapres atau Duta Kampus ?
Siapa sih yang ga mau jadi mawapres?
dan siapa juga sih yang ga mau jadi duta kampus?
ya, bagi mereka yang memiliki semangat yang besar pasti menginginkan
menjadi mawapres dan duta kampus. namun tahukah anda, ajang pemilihian
mawapres dan duta kampus ini dinilai tidak imbang. kenapa ? hal ini
dikarenakan ajang pemilihan duta kampus lebih tersohor dibandingkan
dengan mawapres, Ajang Mawapres (Mahasiswa Berprestasi) dan Duta Kampus
bukanlah dua hal
yang bertentangan, namun dalam kesempatan kali ini saya sedikit
memberikan respon terhadap penyelenggaraan kedua even ini dan bagaimana
efek yang ditimbulkan setelahnya di kampus kita.
Penyelenggaraan yang dilakukan selama ini terkesan timpang dalam beberapa segi.
sebenarnya dalam hal ini saya sudah pernah mengikuiti ajang pencarian
duta kampus, namun untuk ajang pemilihan mawapres, InsyaAllah semester V
saya akan mencobanya. Aamiin.
Ajang Mawapres diberitakan melalui selebaran berukuran A4 yang
ditempelkan di fakultas-fakultas. Terkesan tidak menarik dengan ukuran
tulisan standar makalah, TNR 12. Berwarna putih terkadang pink atau
kuning.
Sedangkan, ajang Duta Kampus memiliki baliho ukuran +-4x2,5
meter, lengkap dengan gambar yang menarik. Tidak mengherankan jika
mahasiswa lebih mengetahui informasi seputar duta kampus daripada
Mahasiswa Beprestasi. Penjaringan yang dilakukan pun tidak merata.
Peserta mahasiswa Berprestasi di tiap fakultas saban tahunnya bisa
dihitung jari dan itu-itu saja.
sedangkan jika kita lihat ajang pemilihan duta kampus... wih keren
banget, pesertanya saja yang daftar lebih dari 120 mahasiswa, dan dengan
fasilitas yang lebih dari ajang pemilihan mawapres, tempatnya pun di
Gedung Perdamaian Kota Semarang, sebuah tempat yang bernuansa hangat di
tengah kota semarang.
hanya sekedar kritik:
entah apa yang terjadi di bangsa ini, memang betul kata orang-orang,
"kalau orang pinter di Indonesia itu kurang diperhatikan, berbeda dengan
negara-negara lain"
yah itu adalah sepenggal kata-kata yang saya dengar dari orang-orang.
tapi walaupun begitu kita harus menghargai realita, dan semoga bangsa
ini menjadi lebih baik lagi dan menjadikan kedua realita ini sebagai
referensi dalam menindaklanjuti acara serupa ditahun-tahun berikutnya.
















