Sabtu, 28 November 2015

Pilih Mana ? Jadi Mawapres atau Duta Kampus ?

Siapa sih yang ga mau jadi mawapres?
dan siapa juga sih yang ga mau jadi duta kampus?
ya, bagi mereka yang memiliki semangat yang besar pasti menginginkan menjadi mawapres dan duta kampus. namun tahukah anda, ajang pemilihian mawapres dan duta kampus ini dinilai tidak imbang. kenapa ? hal ini dikarenakan ajang pemilihan duta kampus lebih tersohor dibandingkan dengan mawapres,  Ajang Mawapres (Mahasiswa Berprestasi) dan Duta Kampus bukanlah dua hal yang bertentangan, namun dalam kesempatan kali ini saya sedikit memberikan respon terhadap penyelenggaraan kedua even ini dan bagaimana efek yang ditimbulkan setelahnya di kampus kita.
Penyelenggaraan yang dilakukan selama ini terkesan timpang dalam beberapa segi.
sebenarnya dalam hal ini saya sudah pernah mengikuiti ajang pencarian duta kampus, namun untuk ajang pemilihan mawapres, InsyaAllah semester V saya akan mencobanya. Aamiin.
Ajang Mawapres diberitakan melalui selebaran berukuran A4 yang ditempelkan di fakultas-fakultas. Terkesan tidak menarik dengan ukuran tulisan standar makalah, TNR 12. Berwarna putih terkadang pink atau kuning.
Sedangkan, ajang Duta Kampus memiliki baliho ukuran +-4x2,5 meter, lengkap dengan gambar yang menarik. Tidak mengherankan jika mahasiswa lebih mengetahui informasi seputar duta kampus daripada Mahasiswa Beprestasi. Penjaringan yang dilakukan pun tidak merata. Peserta mahasiswa Berprestasi di tiap fakultas saban tahunnya bisa dihitung jari dan itu-itu saja.
sedangkan jika kita lihat ajang pemilihan duta kampus... wih keren banget, pesertanya saja yang daftar lebih dari 120 mahasiswa, dan dengan fasilitas yang lebih dari ajang pemilihan mawapres, tempatnya pun di Gedung Perdamaian Kota Semarang, sebuah tempat yang bernuansa hangat di tengah kota semarang.
hanya sekedar kritik:
entah apa yang terjadi di bangsa ini, memang betul kata orang-orang, "kalau orang pinter di Indonesia itu kurang diperhatikan, berbeda dengan negara-negara lain"
yah itu adalah sepenggal kata-kata yang saya dengar dari orang-orang.
tapi walaupun begitu kita harus menghargai realita, dan semoga bangsa ini menjadi lebih baik lagi dan menjadikan kedua realita ini sebagai referensi dalam menindaklanjuti acara serupa ditahun-tahun berikutnya.

0 komentar:

Posting Komentar