Siapa sih yang ga mau jadi mawapres?
dan siapa juga sih yang ga mau jadi duta kampus?
ya, bagi mereka yang memiliki semangat yang besar pasti menginginkan
menjadi mawapres dan duta kampus. namun tahukah anda, ajang pemilihian
mawapres dan duta kampus ini dinilai tidak imbang. kenapa ? hal ini
dikarenakan ajang pemilihan duta kampus lebih tersohor dibandingkan
dengan mawapres, Ajang Mawapres (Mahasiswa Berprestasi) dan Duta Kampus
bukanlah dua hal
yang bertentangan, namun dalam kesempatan kali ini saya sedikit
memberikan respon terhadap penyelenggaraan kedua even ini dan bagaimana
efek yang ditimbulkan setelahnya di kampus kita.
Penyelenggaraan yang dilakukan selama ini terkesan timpang dalam beberapa segi.
sebenarnya dalam hal ini saya sudah pernah mengikuiti ajang pencarian
duta kampus, namun untuk ajang pemilihan mawapres, InsyaAllah semester V
saya akan mencobanya. Aamiin.
Ajang Mawapres diberitakan melalui selebaran berukuran A4 yang
ditempelkan di fakultas-fakultas. Terkesan tidak menarik dengan ukuran
tulisan standar makalah, TNR 12. Berwarna putih terkadang pink atau
kuning.
Sedangkan, ajang Duta Kampus memiliki baliho ukuran +-4x2,5
meter, lengkap dengan gambar yang menarik. Tidak mengherankan jika
mahasiswa lebih mengetahui informasi seputar duta kampus daripada
Mahasiswa Beprestasi. Penjaringan yang dilakukan pun tidak merata.
Peserta mahasiswa Berprestasi di tiap fakultas saban tahunnya bisa
dihitung jari dan itu-itu saja.
sedangkan jika kita lihat ajang pemilihan duta kampus... wih keren
banget, pesertanya saja yang daftar lebih dari 120 mahasiswa, dan dengan
fasilitas yang lebih dari ajang pemilihan mawapres, tempatnya pun di
Gedung Perdamaian Kota Semarang, sebuah tempat yang bernuansa hangat di
tengah kota semarang.
hanya sekedar kritik:
entah apa yang terjadi di bangsa ini, memang betul kata orang-orang,
"kalau orang pinter di Indonesia itu kurang diperhatikan, berbeda dengan
negara-negara lain"
yah itu adalah sepenggal kata-kata yang saya dengar dari orang-orang.
tapi walaupun begitu kita harus menghargai realita, dan semoga bangsa
ini menjadi lebih baik lagi dan menjadikan kedua realita ini sebagai
referensi dalam menindaklanjuti acara serupa ditahun-tahun berikutnya.







0 komentar:
Posting Komentar