Bihend The Scene of MTQ Karya Tulis Ilmiah Al-Quran

Pengalaman ketika berburu lomba untuk MTQ Nasional di UI 2015. "Bertemu dan berkumpul dengan para Ahli Quran adalah salah satu cara untuk meningkatkan keimanan kita, Dalam lirik Opickpun disebutkan salah satu Tombo Ati adalah membaca Al-Quran dan berkumpul dengan orang sholeh"

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 16 Desember 2016

Behind the Scene "MTQ Karya Tulis Ilmiah AL-Quran"

“Pa Sam, kalau Polines seleksi buat MTQ kapan Pa?”
“wah coba tanya Pa Sholeh aja mas” ungkap respon beliau.
Sengaja aku tanyakan hal ini karena aku semangat sekali untuk mengikuti lomba MTQMN, bagaimana tidak MTQMN merupakan ajang bergengsi bagi seluruh mahasiswa muslim di Indonesia, dan kalau bisa jadi juara satu nasional bakal didelegaii buat ngewakilin Indonesia ditingkat ASEAN bahkan Internasional lho, keren kan.
2 minggu kemudian…
“Pa gimana ya koq belum ada informasi MTQ juga”
“oh gitu, coba tunggu aja mas, biasanya ada”
Beberapa hari setelah aku menanyakan ini, ternyata belum ada kabar juga. Padahal batas waktu pendaftaran MTQ tingkat nasioanal bagi perguruan tinggi hanya tersisa beberapa hari lagi, tapi aku positif aja bakal ada seleksi di Polines. Sembari nuggu, aku mempersiapkan bahan dan materi untuk karya tulis ilmiah alquran ku nanti, sengaja aku menyiapkannya karena aku tertarik untuk memilih cabang ini. pucuk dicinta ulam pun tiba. Akhirnya seleksi dibuka juga. Pada saat seleksi aku memilih dua cabag perlombaan dari total 14 cabang lomba, aku pilih cabang MKTIA (karya tulis ilmiah alquran) dan HQ01 (Hifdzil quran 1 juz). Aku merupakan mahasiswa yang suka menulis, walaupun belum sehebat para penulis. Tapi aku yakin akan bisa jadi penulis hebat suatu hari nanti.
H-7 aku melihat jumlah pendaftar karya tulis ternyata baru beberapa tim yang menjadi pesaingku nanti, kau pikir ini cukup berat melihat pesaingku adalah seniorku, tapi aku tetap semangat untuk bisa menyaingi mereka. Sembari menunggu aku terus memantau siapa saja yang menjadi pesaingku (udah kaya CCTV aja, hahaha). H-1 pendaftaran ternyata jummlah pesaingku bertambah, tapi lagi-lagi tak mengurangi semangatku untuk berkompetisi. Dan tepat hari H (sabtu dan ahad) dimana awal sejarah MTQ bagiku dimulai.
Sebelumny, aku telah menyiapkan diri untuk menghadapi seleksi. Pada saat technical meeting aku mendapat urutan no 3 untuk cabang HQ01 dan no 5 untuk cabang MKTIA. Aku sempat bingung karena keduan cabang yang aku ikuti semuanya jatuh hari sabtu, sempat grogi sih tapi lagi-lagi aku selalu menemangati diriku dengan membaca sms dari ayahandaku “ia fad, mama mimi Cuma bisa doaaken semoga afad jadi juara” aku selalu mencoba menjadi yang terbaik untuk kedua orang tuaku.
Malam harinya, aku mempersiapkan diri dengan sistem SKS atau biasaya sih sistem kebut semalam. Aku memuroja’ah kembali hafalanku setelah itu aku latihal oral presentation di depan temanku, nurul. Sesekali aku meminta dia untuk mengoreksi dan memberiku pertanyaan dari hasil presentasiku.
“gimana nurul, presentasiku”
“kamu terlalu cepet faj, ngomongnya”
“masa, padahal ini udah aku maksimalin 10 menit”
Emang sih, aku juga merasa kalau cara ngomong dan presentasiku ga beda cepentnya. Selain aku latihan presentasi di depan temanku, aku juga pernah presentasi di depan cermin dengan memgang handphone yang udah di timer 10 menit sebagai mik nya, dan sesekali aku juga merekam suaraku sendiri (udah kaya mau karaukean, tapi suaraku bagus juga ya hahaha), aku terus beusaha dan bener-bener SKS banget, so jangan ditiru ya sistem SKSnya karena percaya deh kamu bakal ngantuk pagi harinya.
Hari yang ditunggu akhirnya tiba juga, setelah nuggu hampir satu bulan tak kunjung datang.
Pukul 09:00 cabang HQ01 dimulai, aku memperhatikan semua peserta yang tampil, ternyata hanya aku yang memilih juz 30, sementara yang lain juz 1. (kalo aku sih cari yang aman, haha) karena juz 30 sudah sempet hafal, jadi tinggal muroja’ah aja.
Saat MC memanggilku aku deg-degan banget udah kaya mau ijab qabul aja, soalnya pas aku tampil ada yang salah jadi aku ngulang lagi. Dan saat maju, salah satu dewan hakim (juri) keluar untuk mengagkat telepon, dan seleksi tetap berjalan walaupun aku diuji oleh 2 dewan hakim (aslinya sih 3, tapi gapapa lah). Saat seleski akau mendapat serangan soal dari para dewan hakim, diantaranya
“lanjutkan ayat berikut…”
“bacakan surat sebelum Al-‘Alaq”
“bacakan surat ‘Abasa”, dan lain-lain.
Tapi, alhamdulillah aku bisa jawab dan ga terlalu susah (tapi tetep aku ga ngeremehin). Dan akhirnya lega banget rasanya setelah sudah tampil. Tapi, diakhir acara sebelum penutupan cabang HQ01, aku dipanggil oleh Pa Sholeh (salah satu dewan hakim yang tadi ngangkat telepon)
“Fajri, siniz” sambil melambaikan tangannya
“ia Pa, ada apa?”
Ternyata, aku di uji lagi. Hah?… (kaget lho aku, ternyata masih ada?)
“tadikan saya ngangkat telepon dan belum nguji hafalan kamu”, Ia juga sih, tapi gimana lagi udah aturannya, akhirnya aku maju.
“tolong bacakan surat……..”
“tolong bacakan surat yang artinya …..”
hah? Apa ya, aku belum sempet belajar terjemahnya lagi, (buat kalian yang mau ikut lomba Hifdzil Quran jangan lupa plajari maknanya juga ya, jangan kaya aku jadi minus nilainya)
aku bener-bener ga tau, dan akhirnya aku mengeluarkan jurusku
“maaf Pa, saya belum belajar terjemahnya”,
“kalau begitu, lanjutkan ayat berikut….”
“bacakan ayat yang terdapat saktah….”
Alhamsulillah lancar, walaupun ada beberapa soal yang tidak bisa aku jawab. Dan akhirnya selesai juga.
Sebelum penutupan ternyata masih ada lagi? Hah…
Eits yang ini ternyata komentar dari para dewan hakim untuk semua peserta (huft lega, aku pikir disuruh maju lagi), ternyata ada komentar dan masukan dari dewan hakim yang membuatku wajahku mereka dengan manis, haha
“kalau mas yang ini (menunjuk diriku) bagus ya, bacaannya bagus, tajwidnya bagus, tinggal dilancarin dikit lagi, oh ia mas sekali-kali jadi imam disini ya” (aku hanya tersenyum bingung, aku malu aj jadi imam di masjid kampus, karena bacaanku masih belum bagus)
Komentar tersebut membuatku yakin kalau aku bakal jadi juaranya, hahaha kepede-an.
Tapi, belum selesai tugasku.
Pukul 11:45 setelah cabang HQ01 selesai, aku harus berlari ke kedai fotocopyan (aku masih inget nama kedainya Q-Blat haha, sory sebut merek. Mudah-mudahan ramai pengunjung) untuk menggandakan karya tulisku. Setelah itu aku sholat, seusai sholat aku langsung makan (udah laper banget).
Setelah perut kenyang, aku langsung mempersiapkan diri untuk presentasi. Waktu itu, aku memakai baju koko putih celana hitam dengan kaos kaki hitam, saat dipanggil aku langsung beridir dengan PD-nya karena peserta yang laki-lakinya cuma aku dan mas bangkit. Tapi bedanya kalau aku sendiri kalo mas bangkit berdua karena tim. (yah malah curhat hahaha).
Saat presentasi aku berbeda dengan yang lain, soalnya aku satu-satunya peserta yang tidak beregu, yang lain berdu tapi aku sendiri (maklum jobmlo hahaha, curhat lagi). Aku memulai presentasiku dengan bismillah, “Bismillahirrohmaanirrohiim, Asaalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh, dewan hakim dan hadirin yangg saya hormati perkenalkan saya …….” Kurang lebih seperti itu muqaddimah yang aku sampaikan. Saat presentasi pun banyak puluhan pasang mata yang memandangiku, tapi aku tak menghiraukannya walaupun ada diantara puluhan mata itu yang berkilau indah (duh curhat lagi, karena memang ada seseorang yang hmm). Setelah presentasi selesai, dewan hakim dengan semangatnya melontarkan pertanyaan kepadaku, tapi tenang pikirku. Aku sudah menyiapkan bebreapa prediksi pertanyaan dan jawaban yang mungkin akan ditanyakan oleh dewan hakim. Tapi aku salah, dari ke lima pertanyaan yang dilontarkan hanya satu yang sesuai prediksi, tapi gapapa lah yang penting udah bisa menjawab dengan baik (dari pada ga satu pun yang keluar). An beruntung dari seluruh pertanyaan aku sudah merasa cukup bisa dalam menjawabnya. Oh ia temen-temen sebenarnya dewan hakim atau juri itu tidak menguji kita lho, mereka hanya mengklarifikasi agar karya kita semakin cakep, so buat kalian yang takut kalo ga bisa jawab tinggal jujur aja. Dan bener ada pertanyaan yang memang di luar jangkauanku,
“tadi pemakalah kan sudah katakan bahwa, salah satu kelebihan program MCDP ini adalah mampu menigkatkan hubungan dengan sesama manusia dan dengan Allah SWT, coba sebut dan jelaskan ayat yang menjelaskan tentang menjaga hubungan dengan sesama manusia dan dengan Allah SWT”. Hah? Aku ga belajar yang ini, tapi dengan gugupnya aku menjawab.
“hmm, mohon maaf Bapak, salah satu kealpaan saya dalam menjawab pertanyaan dari Bapak”. Aku Cuma bisa jawab itu, karena bener-bener aku tidak tahu dan belum belajar lebih, setelah selesai presentasi aku langsung mencoba mencari jawaban yang masih belum aku jawab, dan ternyata jawabannya adalah terdapat dalam Q.S Ali Imran ayat 112-113.

Finally, saya berkesempatan menjadi Kafilah MTQMN di Universitas Indonesia bersama para pecinta Al-Quran dari Polines.