Kamis, 10 Desember 2015
Alhamdulillah Artikelku Dimuat Di Koran
Industri tahu di Indonesia didominasi usaha skala kecil dengan modal
terbatas. Dari segi lokasi, usaha ini juga tersebar di seluruh pelosok
Nusantara. Sumber daya manusia yang terlibat pada umumnya bertaraf
pendidikan relatif rendah, ditambah belum banyak industri yang melakukan
pengolahan limbah.
Padahal proses pengolahannya menghasilkan limbah, baik padat maupun
cair. Limbah padat dihasilkan dari proses penyaringan dan penggumpalan,
dan sebagian besar limbah ini oleh perajin diolah menjadi gembus,
kerupuk ampas tahu, pakan ternak, dan sebagian lagi menjadi tepung ampas
tahu sebagai bahan dasar pembuatan roti kering dan cake.
Adapun limbah cair dihasilkan dari proses pencucian, perebusan,
pengepresan, dan pencetakan tahu sehingga limbah cair yang dihasilkan
pun sangat tinggi. Padahal limbah ini mengandung bahan organik tinggi
dengan kadar BOD, COD cukup tinggi. Bila langsung dibuang ke badan air,
akan menurunkan daya dukung lingkungan.
Sejatinya industri tahu memerlukan pengolahan limbah guna mengurangi
risiko beban pencemaran. Mengingat industri tahu memiliki keterbatasan
modal maka instalasi pengolahan limbah pun harus berperangkat sederhana,
berbiaya operasional murah, memiliki nilai ekonomis, dan ramah
lingkungan.
Berbagai teknologi pengolahan limbah bisa dikaji untuk mengetahui
teknologi pengolahan limbah tahu yang efektif dan efisien. Indonesia
memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah untuk menghasilkan sumber
energi alternatif. Karena itu, pemanfaatan sumber energi alternatif yang
terbarukan dan ramah lingkungan jadi pilihan.
Salah satu energi terbarukan yang sedang dikembangkan adalah energi
alternatif biogas. Energi itu dapat diperoleh dari limbah rumah tangga;
kotoran cair dari peternakan ayam, sapi, sampah organik pasar, industri
makanan (seperti limbah ampas tahu) dan sebagainya. Selain potensi
besar, pemanfaatan energi biogas dengan digester memiliki beberapa
keuntungan.
Nilai Ekonomis
Di antaranya mengurangi efek rumah kaca dan bau tidak sedap, mencegah
penyebaran penyakit, menghasilkan panas dan daya (mekanisme atau energi
listrik), serta hasil sampingan berupa pupuk cair dan padat.
Pemanfaatan limbah itu secara ekonomi akan sangat kompetitif seiring
dengan kemenaikan harga BBM dan pupuk organik. Proses penguraian oleh
mikroorganisme terjadi secara anaerob, yaitu proses biologi yang
berlangsung tanpa oksigen oleh mikroorganisme tertentu yang mampu
mengubah senyawa organik menjadi metana (biogas).
Proses ini banyak dikembangkan untuk mengolah kotoran hewan dan
manusia atau air limbah yang kandungan bahan organiknya tinggi, semisal
limbah ampas tahu. Sisa pengolahan bahan organik dalam bentuk padat
digunakan untuk kompos.
Prinsip pembangkit biogas merupakan alat yang kedap udara dengan
bagian bagian pokok terdiri atas pencerna (digester), lubang pemasukan
bahan baku dan pengeluaran lumpur sisa hasil pencernaan (slurry), dan
pipa penyaluran biogas yang terbentuk. Dalam digester terdapat bakteri
methan yang mengolah limbah cair tahu dan memakan bahan-bahan organik
untuk menghasilkan biogas.
Gas yang terbentuk difasilitasi pipa yang didesain sedemikian rupa
sehingga dapat dialirkan ke kompor untuk memasak atau untuk (lampu)
penerangan. Pemanfaatan limbah ampas tahu menjadi biogas sebagai energi
alternatif bisa mengurangi pencemaran lingkungan, menambah nilai
eknomis, dan tertatanya lingkungan hidup di sekitar industri tahu.
Berdasarkan pengalaman empiris, pemanfaatan biogas dari limbah ampas
tahu bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk memasak sampai Rp 60
ribu per bulan. Prospek pemanfaatan ampas tahu selain ramah lingkungan
juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Perlu dukungan dari
pemda, selain untuk membimbing perajin tahu mengolah limbah, juga
memanfaatkannya menjadi energi alternatif. (10)
— Ahmad Fajri, mahasiswa D-4 Prodi Analis Keuangan Politeknik Negeri Semarang (Polines)
Selasa, 08 Desember 2015
Cara Cepat Nulis SKRIPSI
"Skripsi", ya itu merupakan tugas paamungkas bagi para calon sarjana kita, namun tahukah anda banyak yang berfikiran kalau skripsi itu menakutkan, bukan karena karya tulisnya tapi karena tugasnya. dan disini bukan hanya tulisan semata dalam blogger ini ada beberapa tips bagi temen-temen yang mau bikin skripsi:
1. Susunlah UP (usulan penelitia/proposal) sedini mungkin atau mulai n
yicil sejak semeter 5, karena kalau di kampusku siapa saja yang ngumpulin lebih awal bakal bebas milih dosen pembimbing
2. Kalau pengen ga ribet, usahakan skripsi temen-temen sesuai sama tempat magang nanti
3. Trik dari dosenku: buat skripsi langsung mulai dari bab 4 biar nanti bab 1,2 dan 3 nya bisa ngelihat di bab 4.
4. Cari referensi sebanyak-banyaknya, lebih bagus pakai jurnal nasional dan internasional yang ber ISSN
5. Cari penenlitian terdahulu, lalu dikombain biar bisa jadi penelitian yang baru, atau melihat rekomnedais dari penelitian sebelumnya
mungkin itu semua adalah saran dariku, karena sekarang saya semester 3 dan mau menginjak semester 4 tapi syukurlah udah ada bayangan dan sekarang lagi nyusun UP biar cepet.
oh ia, tadikan tips skripsi sekarang tips sidang nya nih, sidang jadi hal yang penting lho, soalnya banyak yang takut sama sidang, mungkin gara-gara sidangnyapake bahasa inggris kali ya (itu kalau dikampusku), so ini tipsnya:
1. Buat slide yang bagus tapi sederhana
2. Smiling face jangan lupa
3. Bersihkan badan dan pakaian, soalnya hal ini penting untuk menjaga penampilan agar penguji bisa adem ngelihatnya, kuku harus di potong, rambut disisir ga boleh panjang, kumis di cukur, jenggot atau jambang juga, intinya harus detile banget.
4. Sering-sering latihan presentasi, minta dosen pembimbing untuk mengujinya (seolah-olah seang sidang beneran)
5. berdoa dan yakin bisa.
mungkin itu semua akan membantu temen-temen semua, so semangat skripsinya ya mudah-mudahan lulus sesuai target. Aamiin
Ketika Mindset Menjadi Solusi Nyata
MINDSET ADALAH
SOLUSINYA
Semarang, (31/10) mahasiswa
bidikmisi angkatan 2014 termotivasi atas penyampaian motivator ternama ya
Jumala Multazam, beliau memberikan dobrakan baru dalam memberikan motivasi
dalam pelatihan softskill ini dengan sentuhan mindsetnya, beliau mengatakan bahwa
mindset adalah solusinya dimanapun kita berada dan dalam situasi apapun jika
kita menyikapinya dengan positive thinking maka semuanya akan berbuah
positif. Antusiasme peresta pelatihan softskill ini semakin terasa ketika
beberapa vidoe yang diputar mampu menerobos mindset untuk menjadi lebih baik
lagi, “saya lebih yakin bahwa saya pasti bisa berprestasi dengan mengubah
mindset yang lebih maju” ungkap rhmat salah satu peserta yang sangat antusias.
Suasana di Ruang Serba Guna (RSG) semakin ramai ketika dipenghujung acara
Jumala Multazam mengajak para mahasiswa bidikmisi untuk lebih baik lagi, dalam
penutupannya Mulatazam meminta peserta untuk berdiri dengan mengepalkan
tangannya sembari mengatakan “I am greater than I think, we are greater then we
think”.
Penulis: Ahmad Fajri
Berbagi Inspirasi: Sarinta Fitrini Buat Mahasiswa Bidikmisi Semangat Berprestasi
|
Semarang, (31/10)
suasana di Ruang Serba Guna Politeknik Negeri Semarang semakin hangat ketika
Sarinta memberikan pengalamannya dalam memajukan kampus Polines. Beberapa
penghargaan yang pernah diraihnya salah satunya adalah ia mampu meraih medali perak dan perunggu dalam
ajang bergengi mahasiswa tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Dikti, ya
PIMNAS 28 di Universitas Haluoleo. Namun, bukan hanya itu banyak prestasi lain
yang berhasil ia peroleh dan hal ini membuat mahasiswa Bidikmisi angkatan 2014
semakin semangat untuk berprestasi. Wanita dengan motto hidup “percayalah pada
diri sendiri dan orang lain akan percaya pada dirimu” ini membuktikan bahwa
kepercayaannya untuk berprestasi ternyata mampu membuat peserta pelatihan
sofskill percaya bahwa semua orang berhak untuk berprestasi. “Termotivasi
banget, jadi lebih semangat untuk berprestasi, mba Sarintanya keren” ungkap
Sari, salah satu peserta softskill. Dalam penyampaiannya Sarinta memberikan
tips-tips dalam menjalani kuliah agar lebih berprestasi seperti luruskan
kembali niat kita, tentukan target, aktif kompetisi dan organisasi sampai
bersilaturrahmi dengan pemberi ilmu. Dengan waktu 15 menit Sarinta mampu
menghipnotis seluruh peserta softskilll untuk lebih berprestasi lagi.
Penulis: Ahmad Fajri











